26.4 C
Indonesia
Jumat, Februari 23, 2024

Sandiaga Ground Breaking Pembangunan Masjid ‘Rihlatul Jannah’

Must read

Jakarta  – Sandiaga Salahuddin Uno melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Masjid ‘Rihlatul Jannah’ di sekitar kantor pusat Kemenparekraf/Baparekraf.

“Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah dan membahagiakan, bahwa kantor pusat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akhirnya akan memiliki sebuah masjid yang respresentatif,” kata Sandiaga.

Sandiaga menuturkan masjid merupakan sebuah institusi sentral dalam peradaban Islam dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah umat Islam. Dari masjid-lah, tumbuh dan berkembang khazanah pemikiran dan keilmuan serta strategi pemberdayaan dan penguatan kapasitas umat Islam. 

Lebih lanjut, Sandiaga mengatakan masjid sejatinya selain menjadi basis ideologi dan spiritual umat Islam, juga berperan sebagai ruang untuk memfasilitasi berbagai upaya pemberdayaan dan penguatan kapasitas umat di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, serta berbagai bidang lainnya.

“Masjid Rihlatul Jannah ini akan membangun spirit dan energi positif Insya Allah. Dan tentunya menjadi tempat berpulang ketika lelah atau penat saat menghadapi tantangan maupun menjadi tempat bersejarah bagi perjuangan kita untuk membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif kita,” ujar Sandiaga.

Mengingat pembangunan masjid ini tidak menggunakan APBN, Menparekraf Sandiaga mengajak seluruh pihak untuk menyisihkan rezekinya berkontribusi dalam membangun Masjid Rihlatul Jannah. Mekanisme penggalangan dana sendiri dapat dikases melalui website www.masjidrihlatuljannah.com.

Dikatakan Sandiaga terdapat hadis HR. Ibnu Majah Nomor 738, Al-Hafizh Abu Thahir, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.”

“Mari kita berinvestasi dan bersedekah di jalan Allah SWT. Mudah-mudahan dimakmurkan dan dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan positif selain kegiatan ibadah salat lima waktu kita,” ujarnya.

Ketua Harian Pembangunan Masjid Rihlatul Jannah sekaligus Ketua Binrohis Kemenparekraf/Baparekraf Hariyanto menjelaskan penamaan Rihlatul Jannah diambil dari kata ‘Rihlah’ secara bahasa berarti perjalanan yang berkaitan dengan aspek perjalanan dalam perniagaan. Hal ini sejalan dengan tugas dan fungsi Kemenparekraf/Baparekraf dalam mengembangkan kepariwisataan (perjalanan) dan ekonomi kreatif (perniagaan). 

Adapun kata ‘Jannah’ secara bahasa berarti surga. Penamaan ini mengandung makna adanya harapan dan doa agar masjid ini dapat menjadi bagian dari tindakan nyata, sebagai bekal perjalanan panjang dan upaya dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia menuju surga Allah SWT.

Untuk lokasi masjid sendiri berada di bagian depan Gedung Sapta Pesona sisi selatan dengan konsep bangunan dibuat melayang di atas area parkir, sehingga tidak mengganggu area parkir dan tetap dapat digunakan. Masjid ini dapat menampung jemaah hingga 711 orang dengan luas bangunan mencapai 1.010 meter persegi.

“Masjid Rihlatul Jannah sebagai upaya ikhtiar kita dalam menjalankan keberadaan kita sebagai umat manusia di dunia ini menuju surganya Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujarnya.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article