30.4 C
Indonesia
Jumat, Februari 23, 2024

Sandiaga Berharap Pelaku Ekraf Bengkulu Maksimalkan Potensi Ciptakan 1,1 juta Lapangan Kerja Baru

Must read

Bengkulu  – Sandiaga Salahuddin Uno mendorong Kota Bengkulu yang memiliki subsektor unggulan kuliner, kriya, dan seni pertunjukan untuk dapat memaksimalkan sektor ekonomi kreatifnya sehingga penciptaan 1,1 juta lapangan kerja baru di tahun 2022 dapat terwujud.

Sandiaga menjelaskan bahwa Kota Bengkulu pada tahun 2019, telah melaksanakan uji petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I). Subsektor kuliner ditetapkan sebagai subsektor unggulan Kota Bengkulu. Acara workshop ini adalah tindak lanjut dari PMK3I tersebut.

“Saya memberikan apresiasi kepada Bengkulu yang telah mengembangkan subsektor kuliner di tahun 2019 dan telah mencetak Rp7,2 miliar hasil dari program KaTa. Kita menargetkan 1,1 juta lapangan baru, oleh karena itu Bengkulu harus bisa memanfaatkan potensi yang ada, karena selain memiliki potensi kuliner juga memilki kriya dan subsektor seni pertunjukan,” kata Sandiaga.

Dalam meningkatkan penjualan produk ekonomi kreatif di Kota Bengkulu, Menparekraf turut membantu mempromosikan produk-produk ekraf yang hadir pada workshop KaTa, dengan cara foto produk bersama. 

“Saya berikan promosi langsung on the spot dalam peningkatan penjualan secara signifikan, sehingga juga bisa meningkatan lapangan kerja. Kami membuat photo booth, dan kami foto dengan teknik fotografi yang optimal, maka hasilnya bisa meningkatkan antara 35-45 persen. Photo booth ini memberikan terobosan dan inovasi. Tidak pakai lama, tidak pakai ribet, tidak pakai mumet, kita langsung mempromosikan produk ekonomi kreatif di sini,” kata Sandiaga. 

Lebih lanjut, Sandiaga mendorong pemerintah daerah untuk turut mendukung pelaku ekonomi kreatif agar bergabung ke e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sehingga dapat meningkatkan peluang usaha dan mewujudkan kebangkitan ekonomi. 

“Kami tadi meminta dukungan Pemda untuk memasukan produk ekonomi kreatif di Bengkulu ke e-katalog, agar bisa menciptakan pasarnya sendiri, jadi nanti kalau Pemda secara konsisten produk-produk ini bisa juga go internasional,” kata Sandiaga. 

Adapun jumlah perserta yang mengikuti Workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif di Bengkulu, sebanyak 60 peserta, yang terdiri dari  pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner, kriya, dan fesyen.

Dengan terlaksananya workshop di Kota Bengkulu ini para pelaku usaha ekonomi kreatif khususnya subsektor kuliner, kriya, dan fesyen dapat meningkatkan kapasitas yang telah dimiliki sehingga dapat bersaing dan juga meningkatkan sinergi antar pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article