30.4 C
Indonesia
Jumat, Februari 23, 2024

Hari Pariwisata Dunia, Maknai Tantangan untuk Bangkit Menuju Pariwisata Dunia yang Tangguh

Must read

Bali  – Indonesia menjadi tuan rumah pelaksanaan Hari Pariwisata Dunia (World Tourism Day) ke-42 yang perayaannya dipusatkan di Nusa Dua, Bali. 

Acara yang dihadiri perwakilan negara anggota UNWTO, Menteri Pariwisata G20, sejumlah organisasi internasional, serta stakeholder pariwisata nasional dan internasional ini mengusung tema “Rethinking Tourism”. Para pemangku kepentingan di sektor pariwisata menyatukan visi dan misi melalui ide-ide serta gagasan kreatif yang berorientasi terhadap people dan planet guna memperkuat resiliensi sehingga sektor pariwisata tidak rentan terhadap bencana. 

Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, perayaan Hari Pariwisata Dunia menjadi ruang dialog yang inklusif untuk mengidentifikasi solusi-solusi dan potensi pariwisata untuk pemulihan dan perubahan menuju pariwisata dunia yang tangguh. “Selama sehari penuh banyak hal yang dibahas. Bahwa saat ini kita menghadapi banyak tantangan mulai dari pandemi dan juga tantangan-tantangan ke depan seperti krisis global. Tetapi saya sangat yakin dari diskusi hari ini, kita optimistis mampu menghidupkan kembali pariwisata untuk pulih bersama, pulih lebih kuat dan pulih lebih baik,” kata Sandiaga Uno

Meski pandemi COVID-19 memberikan dampak yang besar terhadap sektor pariwisata dunia, namun pandemi juga yang membuat masyarakat dunia sadar bahwa pariwisata adalah sektor yang memiliki ketahanan kuat dan pulih lebih cepat. Karenanya pariwisata berkualitas, berkelanjutan, dan inklusif yang menekankan pada pelibatan masyarakat dan generasi muda, khususnya sektor UMKM harus dapat terus diperkuat. 

Pariwisata sebagai pandemic winner terbukti telah membuka dan menyerap lapangan kerja. 

“Saat ini kita menghadapi era Vuca (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity), namun saya optimistis kita bisa dan dapat bertahan. Sebagai orang yang berjalan di industri ini, kita harus yakin dan selalu siap menghadapi tantangan yang ada di depan. Mulai dari krisis ekonomi, inflasi, juga food crisis di mana semua itu merupakan hal-hal dasar di sektor pariwisata,” kata Sandiaga. 

“Kembali kepada kearifan lokal, kembali ke alam dan budaya serta ruang terbuka bisa jadi hal yang kita andalkan. Seperti desa wisata yang di tengah-tengah pandemi terbukti menjadi pandemic winner, di mana tingkat kunjungannya (di Indonesia) justru meningkat 300 persen sehingga dapat mendorong kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja,” kata Sandiaga. 

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article