30.4 C
Indonesia
Jumat, Februari 23, 2024

Gelar Integrated Industry and Investment  Akselerasi Inklusivitas Industri Parekraf Labuan Bajo

Must read

Labuan Bajo  – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar kegiatan Integrated Industry and Investment (3i) bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo guna mendorong percepatan investasi, pembangunan, dan pengembangan destinasi pariwisata serta peningkatan kualitas dan inklusivitas industri parekraf.

Rangkaian kegiatan 3i meliputi sosialisasi, pendampingan dan coaching clinic pendaftaran Standar Nasional Indonesia (SNI) 9042:2021 (SNI CHSE), kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan tempat penyelenggaraan dan pendukung kegiatan pariwisata.

Selanjutnya Temu Bisnis Penguatan Rantai Pasok UMKM di sektor parekraf. Melalui program ini, Kemenparekraf berupaya mendorong terciptanya peningkatan kualitas produk UMKM dan memperkenalkan produk tersebut kepada jaringan industri yang lebih besar seperti chain hotel.

Sandiaga menjelaskan, perekonomian Indonesia pada triwulan I 2022 tumbuh sekitar 5,44 persen. Tentunya situasi ini akan memicu peningkatan aktivitas bisnis terutama UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. Terlebih UMKM mampu menyerap 97 persen tenaga kerja di Indonesia serta mengintegrasikan investasi lebih dari 60 persen. 

“Kita sudah memfasilitasi sertifikasi CHSE bagi 12 ribu usaha pariwisata di seluruh Indonesia. Kita juga melakukan kegiatan program penguatan rantai pasok atau supply chain UMKM di sektor parekraf,” kata Sandiaga.

Kemenparekraf, jelas Sandiaga, sebelumnya juga telah memfasilitasi akses pembiayaan bagi pelaku UMKM yang salah satunya melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Serta membantu proses penerbitan Nomor Izin Berusaha (NIB) melalui sistem OSS berbasis risiko, dengan tagline GAMPIL (Gampang Pengurusan Izin Loh) yang merupakan fasilitasi coaching clinic agar para pelaku usaha parekraf yang hendak memulai aktivitas usahanya semakin dimudahkan. 

Sejak diluncurkannya sistem OSS berbasis risiko, Kemenparekraf telah berhasil memfasilitasi penerbitan NIB (Nomor Induk Berusaha) sebanyak 281.719 NIB di Seluruh Indonesia, dimana 97,48 persen merupakan skala UMKM.

“Pesan Presiden beberapa waktu lalu agar mendorong UMKM harus mengembangkan skala usahanya dan akses pembiayaan harus kita buka selebar-lebarnya,” katanya.

“Dan hari ini alhamdulillah penyerahan KUR sudah kita lakukan. Di tahun 2021 tersalurkan bagi 3,4 juta pelaku parekraf dengan total Rp129 triliun. Semester I tahun 2022 kami juga telah berhasil menyalurkan KUR ke 1,5 juta pelaku parekraf senilai Rp71,4 triliun. Kami akan terus mendorong proses penerbitan perizinan berusaha di sektor parekraf bekerjasama dengan Kementerian Investasi, Kemenkomarves, KSP yang terus mendorong sistem OOS berbasis risiko dengan program GAMPIL (Gampang Pengurusan Izin Loh),” jelasnya.

Sandiaga berharap, target penciptaan 1,1 juta lapangan kerja baru dan berkualitas di tahun 2022 serta 4,4 juta di tahun 2024 dapat terwujud.

“Kita harapkan peningkatan taraf hidup masyarakat dan memperluas peningkatan taraf hidup dan lapangan kerja yang kita arahkan untuk kemajuan Indonesia,” tutup Sandiaga.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article