30.4 C
Indonesia
Jumat, Februari 23, 2024

Bertemu Sandiaga Uno, Warga Sukabumi Curhat Susah Cari Kerja

Must read

Sukabumi –   Sandiaga Salahudin Uno melakukan kunjungan kerja ke pabrik pembuatan air mineral di Desa Tenjolaya, Kabupaten Sukabumi, Kamis (20/10/2022). Di sela-sela sambutannya, warga curhat mengenai sulitnya mencari kerja dan naiknya harga berbagai kebutuhan masyarakat.

“Ekonomi di Tenjolaya saya dengar sudah meningkat, tapi kalau nyari kerja masih susah?,” tanya Sandiaga kepada warga di Sukabumi.

Warga yang ditanya serempak menjawab masih kesulitan mencari pekerjaan ditambah dengan harga barang yang naik. “Susah pak, harga-harga masih pada naik,” seru warga.

Menanggapi hal tersebut, Sandiaga melihat tugasnya sebagai Menparekraf masih berfokus pada peningkatan ekonomi (pendapatan masyarakat) dan pembukaan lapangan kerja. Dia juga sempat mengapresiasi pabrik air tersebut karena sudah 100 persen mempekerjakan warga lokal.

“Kita melihat bahwa dengan adanya pabrik air ini bisa mendukung peningkatan jumlah lapangan kerja, ada 150 warga sini dari tahun 2002 tapi kalau kita lakukan digitalisasi melalui ekonomi digital yang lebih baik ini tentunya akan bisa membuka lapangan usaha dan produk-produk yang lebih bermutu ke depannya,” ujarnya.

“Kita melihat bahwa dengan adanya pabrik air ini bisa mendukung peningkatan jumlah lapangan kerja, ada 150 warga sini dari tahun 2002 tapi kalau kita lakukan digitalisasi melalui ekonomi digital yang lebih baik ini tentunya akan bisa membuka lapangan usaha dan produk-produk yang lebih bermutu ke depannya,” ujarnya.

Sandiaga juga berpesan agar pengusaha ikut andil dalam menciptakan lapangan kerja. Melimpahnya sumber daya alam yang ada di Sukabumi, kata dia, perlu juga dibarengi dengan peningkatan sumber daya manusianya.

“Tadi pertanyaan masyarakat di sini bagaimana menciptakan lapangan kerja karena kerjaan masih susah, harga-harga masih tinggi. Jadi saya titip pesan kepada semua yang ada di sini mari sama-sama memanfaatkan SDA ini, tingkatkan SDM nya sehingga kita bisa menciptakan produk berkualitas dan meningkatkan lapangan kerja seluas-luasnya.


Sandiaga juga menyebutkan, SDM yang disiapkan harus bisa bersaing dan menjadi lokomotif ekonomi berbasis pedesaan. “Akhirnya kebangkitan ekonomi kita bisa terasa juga, tadi apa yang disebut karunia Allah SWT ini sudah memberikan banyak kontribusi kepada masyarakat tapi masih dibutuhkan lapangan kerja, harga yang lebih terjangkau dan (menghadapi) ada potensi resesi ke depan,” katanya.

Sandiaga Uno mengatakan, sebanyak 82 persen ekonomi dunia diprediksi mengalami resesi. Namun tak sedikit juga yang meyakini RI akan terbebas dari ancaman tersebut.

“Selama ada resesi pasti ada perlambatan ekonomi dunia tapi (ekonomi) Indonesia bertumbuh. Tinggal bagaimana resesi ini bisa kita sikapi dengan penguatan-penguatan UMKM, pelatihan para pelaku usaha pemula denfan upaya digitalisasi agar usaha mereka juga omsetnya meningkat,” katanya.

“Karena kita lihat Indonesia masih bertumbuh, 82 persen ekonomi dunia memasuki zona resesi tahun depan, tapi 97 persen ekonomi dunia meyakini Indonesia tidak akan mengalami krisis,” sambungnya.


Prediksi tersebut, kata dia, harus diwujudkan dengan kerja sama berbagai pihak. Terlebih, UMKM Indonesia saat ini menjadi tulang punggung ekonomi yang utama. “Kita harus wujudkan, jangan terlena, tapi kita perkuat dengan ekonomi terutama penguatan di UMKM,” ujarnya.

Sandiaga menyebut, Indonesia di peringkat G20 menempati posisi kedua setelah Saudi Arabia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar. “Dan di tahun depan hanya dua negara yang diprediksi masih bertumbuh ekonominya, salah satunya Indonesia,” tambah dia.

“Ini perlu kita syukuri, perlu kita maknai untuk bekerja lebih keras lagi dan bekerja berbasis kekuatan bangsa kita,” tutupnya.


More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article